Awal Baru yang Gagal Real Madrid Terjebak ke Titik Terendah

Bagikan

Seharusnya era baru di Real Madrid menjadi awal yang menjanjikan, tetapi kenyataannya jauh dari ekspektasi. Dibawah ini akan ada pembahasan berita bola menarik lainnya di FOOTBALL TEAM NAMES.

Awal Baru yang Gagal Real Madrid Terjebak ke Titik Terendah

Tim raksasa La Liga itu tersingkir dari Copa del Rey di babak 16 besar oleh Albacete, klub kasta kedua yang sedang berjuang menghindari degradasi, dengan skor 2-3. Kekalahan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Alvaro Arbeloa resmi ditunjuk sebagai pelatih baru menggantikan Xabi Alonso.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Debutnya di level tertinggi berakhir tragis, menunjukkan bahwa pergantian pelatih bukan solusi instan untuk masalah yang sudah mengakar di Madrid. Masalah mendasar tim, mulai dari kurangnya ketajaman fisik, kepemimpinan yang hilang saat tertekan, hingga kesulitan lini depan menghadapi pertahanan bertahan, tetap menjadi penghalang. Era baru yang dijanjikan sirna seketika di hadapan publik dan suporter Madrid.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Masalah Kebugaran dan Intensitas

Arbeloa menjalani debut pertamanya di level senior dalam kondisi skuad yang sebagian besar tidak lengkap. Pemain inti seperti Kylian Mbappe, Jude Bellingham, Thibaut Courtois, Rodrygo, dan Aurelien Tchouameni tidak dibawa, meski fit dan tampil di final Supercopa.

Meski menurunkan pemain-pemain muda berbakat seperti Vinicius Junior, Federico Valverde, dan Dean Huijsen, Madrid gagal mengendalikan permainan. Intensitas dan energi tim menurun drastis di babak kedua, mencerminkan masalah kebugaran dan kepercayaan diri yang telah menghantui tim selama 18 bulan terakhir.

Kondisi ini menegaskan bahwa masalah Madrid jauh lebih kompleks daripada sekadar pergantian pelatih. Fisik, mental, dan kedisiplinan menjadi faktor yang perlu diperbaiki secara menyeluruh agar tim kembali kompetitif.

Baca Juga: Darren Fletcher: Suatu Kehormatan Luar Biasa Memimpin Manchester United

Kenyataan Pahit dan Eliminasi Memalukan

Awal-Baru-yang-Gagal-Real-Madrid-Terjebak-ke-Titik-Terendah.

Kesalahan pertahanan Madrid menjadi kunci kekalahan melawan Albacete. Gol penentu Jefte Betancor di menit ke-96 menegaskan betapa rapuhnya lini belakang Los Blancos. Meski Gonzalo Garcia sempat menyamakan kedudukan di injury time, Madrid tetap gagal lolos dari bencana.

Kekalahan ini menjadi salah satu eliminasi paling memalukan dalam sejarah Madrid di Copa del Rey, sejajar dengan kekalahan dari Alcorcon pada 2009 dan Alcoyano pada 2021. Arbeloa sendiri menekankan bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar, tetapi kenyataan pahit tetap sulit diterima bagi suporter.

Dani Carvajal pun mengakui bahwa tim telah mencapai titik terendah dengan cara spektakuler. Pemain dan pelatih menyadari tanggung jawab penuh ada pada mereka untuk memperbaiki kondisi dan membangun kembali kepercayaan diri tim.

Tantangan Besar ke Depan

Arbeloa menyadari kemarahan suporter akan menjadi ujian selanjutnya, terutama menjelang laga melawan Levante di Bernabeu. Jika ingin bersaing di La Liga dan Liga Champions, Madrid harus melakukan perbaikan cepat dan menyeluruh.

Pemulihan fisik, peningkatan intensitas, serta struktur tim yang jelas menjadi prioritas. Para pemain menegaskan komitmen mereka untuk introspeksi dan bekerja lebih keras, namun efektivitasnya masih menjadi tanda tanya.

Kekalahan ini membuktikan bahwa masalah Madrid bukan sekadar pergantian pelatih. Dibutuhkan evaluasi total di semua lini untuk mengembalikan Los Blancos ke jalur kemenangan, sekaligus memenuhi ekspektasi suporter dan menjaga reputasi klub di level tertinggi. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di footballteamnames.com.