Seorang mantan pelatih 1. FC Slovacko, Petr Vlachovsky, telah dijatuhi hukuman percobaan satu tahun, setelah terbukti melakukan pelecehan seksual dengan merekam pemain wanita secara diam-diam di ruang ganti dan kamar mandi selama empat tahun. Kasus ini baru terungkap bulan lalu melalui laporan situs berita lokal, Seznam, meski putusan pengadilan telah dijatuhkan pada tahun 2025.

Selain hukuman percobaan, hakim pidana juga melarang Vlachovsky untuk melatih di dalam negeri selama lima tahun. Namun, hukuman ini dianggap ringan karena tidak ada mekanisme bagi para korban untuk mengajukan banding atau menghadiri persidangan terbuka. Akibatnya, Vlachovsky berpotensi kembali melatih di luar negeri sebelum masa larangan berakhir.
Kasus ini memicu perhatian luas dari komunitas sepak bola, terutama karena pelaku masih memiliki peluang untuk kembali berkarier secara internasional meski telah melakukan pelecehan serius terhadap pemain wanita.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Tuntutan Serikat Pemain Ceko dan FIFPRO
Serikat pemain sepak bola Ceko, dengan dukungan serikat global FIFPRO, menyerukan larangan seumur hidup bagi Vlachovsky dan pelaku kejahatan seksual lainnya di dunia sepak bola. Mereka menekankan bahwa hukuman yang diberikan saat ini terlalu ringan dan tidak melindungi hak para korban.
FIFPRO menyatakan sedang meneliti jalur hukum internasional untuk mendorong larangan global terhadap pelatih yang melakukan pelecehan. Pernyataan resmi serikat menyebut bahwa pelecehan seksual tanpa kontak fisik tetap merupakan tindakan kriminal dan harus diakui sebagai pelecehan.
Serikat pemain menekankan bahwa perlindungan terhadap atlet, khususnya perempuan, harus menjadi prioritas. Lalu setiap pelaku harus diberi sanksi tegas yang mencegah mereka kembali bekerja di lapangan sepak bola.
Baca Juga: FIFA Siapkan Aturan Baru Usai Insiden Vinicius Jr., Larangan Menutup Mulut Saat Bertanding
Kekhawatiran tentang Keamanan Pemain

Saat ini, Vlachovsky dapat kembali melatih di Republik Ceko pada akhir 2030, sementara tidak ada batasan hukum yang melarangnya berkarier di luar negeri. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi pemain wanita, karena mereka merasa tidak memiliki perlindungan yang memadai dari pelatih dengan catatan pelecehan.
Para korban juga kehilangan kesempatan untuk menghadiri persidangan atau mengajukan banding atas hukuman yang dijatuhkan. Hal ini menimbulkan perasaan ketidakadilan dan meningkatkan tekanan terhadap asosiasi sepak bola untuk mengambil langkah tegas.
Serikat pemain dan FIFPRO menekankan bahwa sistem hukum sepak bola harus menegakkan standar etika tinggi, melindungi semua pemain, dan memastikan pelaku pelecehan tidak dapat kembali bekerja dalam kapasitas profesional di olahraga ini.
Upaya Mendorong Perubahan Global
FIFPRO dan serikat pemain Ceko berkomitmen untuk menekan asosiasi sepak bola lokal agar menerapkan larangan seumur hidup bagi Vlachovsky. Mereka menekankan perlunya aturan global yang konsisten untuk mencegah pelaku kejahatan seksual kembali ke lapangan di negara manapun.
Selain itu, upaya ini bertujuan untuk memberi keadilan bagi para korban dan mencegah kasus serupa di masa depan. FIFPRO menyatakan, “Para pemain harus dilindungi, dan pelecehan seksual, apapun bentuknya, tidak dapat ditoleransi.”
Langkah-langkah ini menjadi momentum penting dalam reformasi keamanan dan etika di dunia sepak bola. Lalu juga memastikan bahwa pelatih dan staf yang melakukan pelecehan tidak lagi memiliki peluang untuk merusak karier atau keselamatan pemain. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di footballteamnames.com.
