FIFA Siapkan Aturan Baru Usai Insiden Vinicius Jr., Larangan Menutup Mulut Saat Bertanding

Bagikan

FIFA mengambil langkah serius setelah insiden yang melibatkan Vinicius Jr. dan Gianluca Prestianni di babak play-off Liga Champions. Organisasi sepak bola dunia ini berencana memperkenalkan aturan baru yang mencegah pemain menutupi mulut mereka saat berkomunikasi dengan lawan di lapangan. Tujuan aturan ini adalah untuk mencegah potensi pelecehan atau tindakan tidak sportif selama pertandingan.

FIFA Siapkan Aturan Baru Usai Insiden Vinicius Jr., Larangan Menutup Mulut Saat Bertanding

Insiden tersebut terjadi saat Prestianni, penyerang Benfica, diduga melakukan pelecehan rasial terhadap Vinicius Jr. dari Real Madrid di Lisbon. Prestianni membantah tuduhan tersebut, namun kasus ini menjadi perhatian UEFA dan FIFA karena kompleksitas situasinya, terutama karena pemain menutupi mulut saat berkomunikasi dengan lawan.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Langkah FIFA ini menjadi sorotan jelang Piala Dunia 2026. Organisasi menegaskan bahwa keselamatan dan sportivitas pemain harus dijaga, dan setiap aturan baru harus diterapkan secara adil agar tidak merugikan pihak manapun, baik pemain maupun tim.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Kronologi Insiden Vinicius Jr dan Prestianni

Tuduhan muncul pada leg pertama babak play-off Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid. Vinicius Jr menjadi korban dugaan pelecehan rasial oleh Prestianni, yang kemudian diselidiki UEFA. Penyerang Argentina itu diskors sementara dan absen pada leg kedua di Madrid.

Salah satu tantangan penyelidikan adalah fakta bahwa Prestianni menutupi mulutnya dengan bajunya saat berbicara kepada Vinicius Jr. Hal ini menyulitkan bukti awal dan menimbulkan perdebatan tentang bagaimana aturan komunikasi antar pemain harus diatur.

Meski demikian, UEFA dan FIFA berkomitmen menegakkan keadilan. Insiden ini memicu diskusi global mengenai perlunya aturan yang lebih jelas untuk mencegah pelecehan dan memastikan pertandingan berjalan aman dan sportif.

Baca Juga: Snoop Dogg Kunjungi Swansea, Siap Saksikan Pertandingan Perdana

Rencana Aturan Baru FIFA

Rencana-Aturan-Baru-FIFA (1)

Dalam Rapat Umum Tahunan ke-140 Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB), keputusan diambil untuk meninjau langkah-langkah yang akan diterapkan menjelang Piala Dunia. FIFA ingin memperkenalkan aturan secara tepat waktu tanpa menimbulkan masalah baru bagi pemain.

Mark Bullingham, CEO Asosiasi Sepak Bola Inggris, menegaskan bahwa aturan baru harus mempertimbangkan hak pemain untuk berbicara dengan rekan satu tim atau pelatih. Tujuannya adalah mencegah kejadian yang tidak diinginkan, termasuk pelecehan, sambil tetap menjaga kelancaran komunikasi di lapangan.

Diskusi lebih lanjut akan melibatkan pihak-pihak terkait di dunia sepak bola. FIFA berencana memastikan aturan ini efektif, adil, dan dapat diterapkan secara luas, terutama di turnamen besar seperti Piala Dunia.

Dampak dan Harapan untuk Piala Dunia 2026

Aturan baru diharapkan dapat menciptakan pertandingan yang lebih aman dan sportif. Dengan mencegah pemain menutupi mulut saat berbicara dengan lawan, FIFA berupaya mengurangi risiko pelecehan verbal atau konflik yang tidak perlu.

Selain itu, kebijakan ini menunjukkan komitmen FIFA terhadap perlindungan pemain dan integritas pertandingan. Hal ini penting bagi turnamen besar seperti Piala Dunia 2026, di mana sorotan global terhadap setiap insiden sangat tinggi.

Dengan aturan yang jelas, diharapkan semua pemain dapat fokus pada permainan dan saling menghormati satu sama lain. FIFA ingin memastikan Piala Dunia mendatang berlangsung adil, aman, dan bebas dari tindakan diskriminatif. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di footballteamnames.com.