AC Milan resmi mendatangkan Niclas Fullkrug dari West Ham untuk memperkuat lini depan yang belum stabil sepanjang musim. Dibawah ini akan ada pembahasan berita bola menarik lainnya di FOOTBALL TEAM NAMES.

Striker asal Jerman ini langsung menuntaskan tes medis dan siap menjalani debutnya bersama Rossoneri. Kedatangan Fullkrug diharapkan bisa memberi solusi instan, terutama di tengah absennya konsistensi para penyerang lain.
Fullkrug berusia 32 tahun dan memiliki pengalaman luas di Bundesliga serta Liga Champions. Meskipun begitu, catatan cedera menjadi perhatian utama manajemen AC Milan. Adaptasi cepat terhadap skema Massimiliano Allegri menjadi faktor penentu keberhasilan transfer ini.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Para penggemar Milan pun menyambut kedatangannya dengan optimisme. Harapan besar ditempatkan agar Fullkrug bisa menjadi sosok yang menghadirkan mentalitas juara, sekaligus memberi dampak langsung di area pertahanan lawan.
Profil Fullkrug dan Tantangan Fisik yang Harus Dihadapi
Pakar Bundesliga, Pietro Nicolodi, menilai performa Fullkrug sulit diprediksi karena riwayat cedera yang cukup panjang. Meski berulang kali pulih dengan cepat, faktor usia kini membuat pemulihan menjadi lebih berat dibandingkan masa lalu.
Secara karakter permainan, Fullkrug dikenal sebagai pemain pekerja keras. Ia mampu menjaga bola, membuka ruang bagi rekan, dan memberi tekanan konstan pada lawan. Kualitas teknisnya juga berkembang signifikan, berbeda dengan gaya bermainnya yang dulu lebih kasar.
Musim lalu bersama Borussia Dortmund, Fullkrug menjadi elemen penting meski tidak selalu mencetak gol. Kontribusinya dalam pergerakan dan kerja keras di setiap laga membantu tim melangkah jauh di Liga Champions, menegaskan bahwa nilai pemain tidak selalu terlihat di papan skor.
Baca Juga: Messi Terima Hadiah Super Langka Usai Kekacauan Tur India
Perbandingan dengan Mandzukic dan Mentalitas Tim

Nicolodi melihat kesamaan antara Fullkrug dan mantan striker AC Milan, Mario Mandzukic. Keduanya memiliki kemampuan berkorban untuk tim, membuka ruang, dan bekerja keras tanpa henti. Perbedaan utama terletak pada kualitas teknis Fullkrug yang lebih matang, namun konsistensi kebugaran menjadi tantangan utama.
Fullkrug diharapkan mampu mengisi celah yang ditinggalkan Santiago Gimenez, yang performanya masih naik turun. Mentalitas bertarung dan pengalaman internasional menjadi alasan Milan percaya dirinya bisa memberikan kontribusi lebih cepat. Keberhasilan Fullkrug akan sangat bergantung pada adaptasinya dengan sistem Allegri. Jika bisa menjaga kebugaran, ia diproyeksikan menjadi solusi jangka pendek yang efektif untuk lini depan.
Risiko dan Ekspektasi di Balik Kedatangan Fullkrug
Meskipun memiliki kemampuan menyerang yang baik, catatan cedera berulang menjadi risiko utama. AC Milan harus mengelola ekspektasi publik agar Fullkrug dapat tampil optimal tanpa tekanan berlebihan.
Perbandingan dengan Mandzukic membawa beban sejarah tersendiri. Mandzukic gagal mencetak gol dalam 11 penampilan saat datang pada Januari 2021. Fullkrug kini dituntut untuk memberi kontribusi nyata yang melampaui catatan tersebut.
Jika kebugarannya terjaga dan adaptasi berjalan lancar, Fullkrug bisa menjadi tambahan berharga bagi Milan. Sebaliknya, kegagalan adaptasi akan membuat keputusan transfer ini kembali dipertanyakan, terutama di tengah persaingan ketat Serie A musim ini. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di footballteamnames.com.
